Pada hari Kamis tanggal 16 April 2026 telah dilaksanakan kegiatan Pemetaan 1000 HPK dan FGD Stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Walinagari Koto Baru. Kegiatan ini dibuka oleh Walinagari Koto Baru Bapak Zuhdi,S.Sos yang diikuti oleh PD/PLD Kecamatan Baso, Pendamping PKH Kec. Baso, Penyuluh KB Kec. Baso, Ketua TP PKK Nagari Koto Baru sekaligus Ketua TPPS Nag.Koto Baru Ny.Yusra Zuhdi,S.ST, Perangkat Nagari, Bidan Desa, Guru TK/PAUD, Rumah Desa Sehat, KPM, Kader KB, Kader Posyandu.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi sasaran 1000 HPK di Nagari, mengetahui kondisi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan Balita di Nagari Koto Baru serta mengidentifikasi risiko stunting. Dengan indikator pemetaan 1000 HPK ini mencakup :
1. Ibu Hamil ( Jumlah Ibu Hamil, Status Gizi: KEK/RESTI/Tidak, Komsumsi Tablet Tambah Darah, Pemeriksaan Kesehatan)
2. Data Baduta dan Balita ( Berat Badan, Tinggi Badan, Status Gizi : Normal, Wasting, Stunting, Imunisasi, ASI Eksklusif)
3. Lingkungan dan Sanitasi ( Akses Air Bersih, Kepemilikan Jamban Sehat, Perilaku Hidup Bersih)
4. Sosial Ekonomi (Akses Layanan Kesehatan, Kepemilikan Jaminan Kesehatan, Kepemilikan Akte Kelahiran)
Hasil pemetaan 1000 HPK dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) 9 Aspek Konvergensi Stunting yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, Layanan Konseling Gizi, Layanan Air Minum dan Sanitasi, Jaminan Sosial, Layanan PAUD, Layanan Pengasuahan dan Pola Asuh, pemenuhan Asupan Gizi dan Ketahanan Pangan Keluarga Resiko Stunting, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga, Pendampingan Keluarga dengan mengidentifikasi masalah utama, menentukan solusi/intervensi dan usulan kegiatan yang akan dijadikan bahan pembahasan dalam Musyawarah Rembuk Stunting Nagari sebagai dasar penyusunan program dan penetapan prioritas intervensi percepatan penurunan di tingkat nagari.